Karang Bolong merupakan sebuah pantai yang terdapat di Kabupaten
Kebumen, Jawa Tengah. Ada cerita dari karang ini yang menjadi cerita
rakyat Jawa Tengah yang melegenda hingga kini. Sebelum melanjutkan ke
cerita Karang Bolong, kami ingin menginformasikan cerita rakyat Jawa
Tengah lainnya terdapat pada kategori
Jawa Tengah.
Karang
Bolong sebagai objek wisata sekaligus cerita rakyat Jawa Tengah
berkisah tentang sakitnya permaisuri dari Kesultanan Kartasura, yang
kemudian diobati oleh sarang burung walet. Itulah sebabnya mengapa
daerah
Karang Bolong terkenal dengan sarang burung waletnya.
***
Beberapa
abad yang lalu tersebutlah Kesultanan Kartasura. Kesultanan sedang
dilanda kesedihan yang mendalam karena permaisuri tercinta sedang sakit
keras.
Pangeran sudah berkali-kali memanggil tabib untuk
mengobati sang permaisuri, tapi tak satupun yang dapat mengobati
penyakitnya. Sehingga hari demi hari, tubuh sang permaisuri menjadi
kurus kering seperti tulang terbalutkan kulit.
Kecemasan melanda
rakyat kesultanan Kartasura. Roda pemerintahan menjadi tidak berjalan
sebagaimana mestinya. "Hamba sarankan agar Tuanku mencari tempat yang
sepi untuk memohon kepada Sang Maha Agung agar mendapat petunjuk guna
kesembuhan permaisuri," kata penasehat istana.
Tidak berapa lama,
Pangeran Kartasura melaksanakan tapanya. Godaan-godaan yang dialaminya
dapat dilaluinya. Hingga pada suatu malam terdengar suara gaib.
"Hentikanlah semedimu. Ambillah bunga karang di Pantai Selatan, dengan bunga karang itulah, permaisuri akan sembuh."
Kemudian, Pangeran Kartasura segera pulang ke istana dan menanyakan hal suara gaib tersebut pada penasehatnya.
"Pantai
selatan itu sangat luas. Namun hamba yakin tempat yang dimaksud suara
gaib itu adalah wilayah Karang Bolong, di sana banyak terdapat gua
karang yang di dalamnya tumbuh bunga karang," kata penasehat istana
dengan yakin.
Keesokannya, Pangeran Kartasura menugaskan Adipati
Surti untuk mengambil bunga karang tersebut. Adipati Surti memilih dua
orang pengiring setianya yang bernama Sanglar dan Sanglur. Setelah
beberapa hari berjalan, akhirnya mereka tiba di karang bolong. Di
dalamnya terdapat sebuah gua. Adipati Surti segera melakukan tapanya di
dalam gua tersebut. Setelah beberapa hari, Adipati Surti mendengar suara
seseorang.
"Hentikan semedimu. Aku akan mengabulkan permintaanmu, tapi harus kau penuhi dahulu persyaratanku."
Adipati
Surti membuka matanya, dan melihat seorang gadis cantik seperti Dewi
dari kahyangan di hadapannya. Sang gadis cantik tersebut bernama
Suryawati. Ia adalah abdi Nyi Loro Kidul yang menguasai Laut Selatan.
Syarat yang diajukan Suryawati, Adipati harus bersedia menetap di Pantai Selatan bersama Suryawati.
Setelah
lama berpikir, Adipati Surti menyanggupi syarat Suryawati. Tak lama
setelah itu, Suryawati mengulurkan tangannya, mengajak Adipati Surti
untuk menunjukkan tempat bunga karang. Ketika menerima uluran tangan
Suryawati, Adipati Surti merasa raga halusnya saja yang terbang
mengikuti Suryawati, sedang raga kasarnya tetap pada posisinya
bersemedi.
"Itulah bunga karang yang dapat menyembuhkan Permaisuri," kata Suryawati seraya menunjuk pada sarang burung walet.
Jika
diolah, akan menjadi ramuan yang luar biasa khasiatnya. Adipati Surti
segera mengambil sarang burung walet cukup banyak. Setelah itu, ia
kembali ke tempat bersemedi. Raga halusnya kembali masuk ke raga
kasarnya.
Setelah mendapatkan bunga karang, Adipati Surti
mengajak kedua pengiringnya kembali ke Kartasura. Pangeran Kartasura
sangat gembira atas keberhasilan Adipati Surti.
"Cepat buatkan
ramuan obatnya," perintah Pangeran Kartasura pada pada abdinya.
Ternyata, setelah beberapa hari meminum ramuan sarang burung walet,
Permaisuri menjadi sehat dan segar seperti sedia kala. Suasana
Kesultanan Kartasura menjadi ceria kembali. Di tengah kegembiraan
tersebut, Adipati Surti teringat janjinya pada Suryawati. Ia tidak mau
mengingkari janji. Ia pun mohon diri pada Pangeran Kartasura dengan
alasan untuk menjaga dan mendiami karang bolong yang di dalamnya banyak
sarang burung walet. Kepergian Adipati Surti diiringi isak tangis para
abdi istana, karena Adipati Surti adalah seorang yang baik dan rendah
hati.
Adipati Surti mengajak kedua pengiringnya untuk pergi
bersamanya. Setelah berpikir beberapa saat, Sanglar dan Sanglur
memutuskan untuk ikut bersama Adipati Surti.
Setibanya di Karang
Bolong, mereka membuat sebuah rumah sederhana. Setelah selesai, Adipati
Surti bersemedi. Tidak berapa lama, ia memisahkan raga halus dari raga
kasarnya.
"Aku kembali untuk memenuhi janjiku," kata Adipati Surti, setelah melihat Suryawati berada di hadapannya.
Kemudian,
Adipati Surti dan Suryawati melangsungkan pernikahan mereka. Mereka
hidup bahagia di Karang Bolong. Di sana mereka mendapatkan penghasilan
yang tinggi dari hasil sarang burung walet yang semakin hari semakin
banyak dicari orang.
***
Demikianlah, cerita rakyat Jawa
Tengah yang berkisah tentang Karang Bolong ini. Semoga cerita rakyat
Jawa Tengah ini, bermanfaat bagi anda semua. Silakan membaca cerita
rakyat Jawa Tengah lainya, pada kategori
Jawa Tengah.